Friday, December 13, 2013

Tempat wisata di Kota Sumbawa Besar

Ini Lho Destinasi Menarik di Kota Sumbawa Besar...



KOMPAS.com - Berwisata ke destinasi Timur Indonesia memang menyenangkan. Biasanya banyak orang mulai traveling dari Bali setelah itu lanjut ke Lombok dan melewati Kota Sumbawa Besar. Sumbawa Besar adalah ibu kota Kabupaten Sumbawa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ternyata di Sumbawa Besar banyak sekali obyek wisata yang sarat dengan nilai sejarah, dan kaya arsitektur. Tidak hanya itu, keindahan alamnya juga memukau karena di Sumbawa Besar banyak pulau-pulau kecil yang indah. Pulau yang paling terkenal memang Pulau Moyo. Berikut adalah destinasi wisata terbaik di Sumbawa Besar yang bisa Anda kunjungi.

1. Istana Tua Dalam Loka

Istana Tua Dalam Loka terlihat sangat megah dan istana ini didirikan pada tahun 1885 dan tercatat sebagai rumah panggung terbesar di dunia. Terletak di jantung kota Sumbawa Besar sehingga tidak susah untuk menuju ke sana.

Istana ini memiliki luas bangunan 904 meter persegi dan pantas tercatat sebagai salah satu rumah panggung terbesar di dunia. Istana Tua Dalam Loka dibangun pada era Sultan Muhammad Syah III (1883 – 1931) yang merupakan sultan ke-16 dari Dinasti Dewa Dalam Bawa. Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III dikukuhkan sebagai penguasa Sumbawa berdasarkan Akte Pemerintah Kolonial Hindia Belanda tanggal 18 Oktober 1883. Mulai saat itulah rakyat Sumbawa merasakan penjajahan kolonial Belanda.

Yang menarik adalah bahan baku pembangunan istana sebagaian besar didatangkan dari pelosok desa di sekitar istana. Kayu jati berukuran besar berasal dari hutan jati sedangkan atapnya yang terbuat dari seng berasal dari Singapura. Bangunan istana yang kini digunakan sebagai Museum Daerah Sumbawa ini sarat akan pesan filosofis dan merupakan simbol landmark Kota Sumbawa Besar. Sayang saya lihat bangunan ini kurang terawat dan terkesan dibiarkan.

Untuk memotret istana ini saat paling tepat adalah pagi hari, karena saya kebetulan sampai pada siang hari dan mendapatkan istana ini backlight dengan sinar matahari. Esoknya saya datang pagi-pagi sekali karena cahaya yang masuk pas mengenai bangunan istana ini.

Jika Anda ingin memotret di dalam istana bawalah tripod, karena di dalam ternyata cahaya cukup gelap. Jika perlu gunakan flash untuk mengisi sudut-sudut kosong dari istana ini.

BARRY KUSUMAWisma Praja di Kota Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat.
2. Wisma Praja

Landmark lainnya dari Sumbawa Besar adalah Wisma Praja. Bangunan ini merupakan Istana Belanda pada tahun 1932, tempat kediaman terakhir Sultan Kaharuddin III. Beliau melakukan kegiatan pemerintahan di sini. Sekarang digunakan sebagai tempat penerimaan tamu–tamu agung dan kegiatan–kegiatan upacara/resepsi yang bersifat formal, serta pertemuan terkait kepemerintahan lainnya.

Untuk memotret Wisma Praja lebih baik menjelang sore hari, karena kebalikan dari Istana Tua Loka. Saat yang tepat matahari mengenai bangunan adalah pada sore hari.

3. Pantai Kencana

Pantai Kencana merupakan tempat rekreasi yang sudah punya infrastruktur yang lengkap, karena di sini berdiri sebuah hotel. Untuk menuju Pantai Kencana jaraknya sekitar 11 km dari Kota Sumbawa Besar dan merupakan pantai yang cukup menawan dan ditata rapi.

BARRY KUSUMAPantai Kencana di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Dengan bentuk pantai yang melengkung dan di kedua ujung lengkungannya masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Terutama di lengkungan bagian kanannya berdiri batu karang berbentuk alami dengan bolongannya. Di Pantai Kencana ini kita bisa menyaksikan sunset dan hunting human interest yakni orang-orang yang sedang bermain di sini. Siapkan lensa wide dan tripod agar bisa mendapatkan hasil foto alam yang memukau.

4. Desa Poto

Sumbawa dikenal sebagai penghasil madu hutan terbaik, selain madu hutan ternyata di Sumbawa Besar sangat terkenal akan kerajinan tenun yang begitu melegenda. Kerajinan tenun Sumbawa begitu khas, dan terbukti mempunyai kualitas yang terbaik diantara semua tenun yang ada di Indonesia.

Desa Poto merupakan salah satu desa di Kabupaten Sumbawa yang tetap memelihara kelestarian budaya daerah seperti tenunan tradisional ini. Di sini kita bisa melihat langsung bahkan bisa memotret pembuatan tenun Sumbawa.

BARRY KUSUMAPerajin tenun di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Selain pembuatan tenun, kita juga bisa melihat kerajinan lain seperti pembuatan gerabah dan atraksi permainan rakyat seperti pacuan kuda, karapan kerbau. Untuk dua atraksi terakhir ini memang ada masanya, biasanya setelah panen.

Untuk menuju ke Desa Poto yang letaknya di Kecamatan Moyo Hilir kira-kira 13 km dari kota Sumbawa Desar dapat dijangkau dengan sarana transportasi darat seperti angkutan umum ataupun menggunakan mobil.

Di desa Poto ini kita bisa mengabadikan para perajin tenun, mereka biasanya mengerjakan tenun di dalam rumah. Keahlian para wanita Sumbawa yang diwariskan secara turun menurun. Untuk bisa memotret sebaiknya kita meminta izin terlebih dahulu.

Karena di dalam rumah kondisi cukup gelap, pakailah lensa dengan bukaan besar misal F2.8 atau F1.8 agar bisa menangkap momen secara baik. Hindari menggunakan flash karena bisa mengganggu para ibu-ibu perajin tenun ini. Jika sudah memotret hindari memberikan uang kepada mereka. Lebih baik Anda membeli hasil tenun mereka. 

BARRY KUSUMAIkan bakar, kuliner khas Sumbawa.
5. Kuliner

Kuliner Sumbawa Besar memang tidak jauh dari hasil laut, ya seafood di Sumbawa Besar sangat terkenal. Karena letak Sumbawa Besar ini dekat dengan laut yang membuat hasil laut di daerah ini melimpah.

Ada beberapa kuliner khas daerah seperti ikan pepes dan sambal mangga. O iya jika ke Sumbawa Besar harga ayam lebih mahal dari ikan. Jadi lebih baik memakan ikan di sini, selain segar, harganya pun juga terjangkau. (BARRY KUSUMA)
Editor : I Made Asdhiana

Sunday, December 8, 2013

Keputusan WTO Bali 2013

Paket Bali Beri Kelonggaran Subsidi Pertanian  

TEMPO.CODenpasar - Konferensi Tingkat Menteri World Trade Organization (WTO) ke-9 baru ditutup kemarin dengan menghasilkan kesepakatan berupa Paket Bali. Paket itu berisi tiga poin utama, yaitu Fasilitasi Perdagangan (Trade Facilitation), Pertanian (Agriculture), dan Least Developed Countries (LDCs).
"Setelah melakukan negosiasi yang cukup panjang, kami para menteri dari WTO menyetujui untuk memberikan fleksibilitas bagi negara berkembang untuk menerapkan program ketahanan pangan," ujar Menteri Perdagangan Indonesia Gita Wirjawan, yang juga berperan sebagai ketua dalam Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-9, Ahad, 8 Desember 2013.
Pertemuan tersebut seharusnya sudah diakhiri pada Jumat, 6 Desember 2013, namun, karena perundingan masih alot, negosiasi dilanjutkan hingga Sabtu kemarin. Beruntung, akhirnya delegasi dari 160 negara (termasuk Yaman) akhirnya berhasil mencatat sejarah baru perundingan WTO setelah terhenti selama 12 tahun untuk menyelesaikan Putaran Doha.
Salah satu topik perjuangan untuk membuahkan Paket Bali sempat terhalang oleh sikap India yang ingin menaikkan subsidi pertanian untuk negara berkembang yang semula dibatasi maksimal 10 persen dari output nasional. Dalam negosiasi tersebut, negara maju seperti Amerika Serikat sesungguhnya telah setuju untuk membuat kelonggaran subsidi namun dalam jangka waktu tertentu.
Majelis akhirnya menyetujui solusi yang menyebutkan bahwa anggota WTO menyetujui penempatan mekanisme interim untuk melakukan negosiasi guna menghasilkan solusi permanen yang akan diadopsi dalam Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-11 yang akan digelar empat tahun lagi.
Selama masa interim tersebut, setiap anggota yang tergabung dalam WTO harus menahan diri untuk tidak membawa aduan soal subsidi pertanian dalam penyelesaian sengketa WTO. Artinya, selama jangka waktu tersebut negara-negara berkembang dapat memberikan subsidi pertanian di atas ketentuan 10 persen.
Paket Bali ini merupakan upaya untuk menyukseskan Agenda Pembangunan Doha yang telah dimulai pada 2001, dan hingga kini belum selesai. Dengan kesepakatan Paket Bali ini, negara-negara anggota WTO akan lebih yakin untuk dapat menyelesaikan Putaran Doha nantinya.
Paket Bali yang disepakati mencakup sepuluh poin pembahasan yang meliputi isu fasilitasi perdagangan, general services untuk pertanian, public stockholding untuk ketahanan pangan, Tariff Rate Quota untuk produk pertanian, persaingan ekspor, perdagangan kapas, ketentuan asal barang, perlakuan khusus terhadap penyedia jasa dari negara kurang berkembang, Duty-Free and Quota-Free (DFQF) untuk negara kurang berkembang, dan mekanisme pengawasan Special and Differential Treatment terhadap negara kurang berkembang.
"Masyarakat dunia akan mendapatkan manfaat dari paket ini, dari komunitas bisnis, mereka yang mencari pekerjaan, masyarakat miskin, mereka yang bergantung pada skema ketahanan pangan, petani negara berkembang, petani kapas negara berkembang, dan perekonomian negara kurang berkembang secara keseluruhan," ujar Direktur Jendral WTO, Roberto Azevedo.
PINGIT ARIA

Salah satu keunikan Bali

Orang Malaysia dan Jepang lebih senang meditasi di Bali

MERDEKA.COM. Pulau Bali makin diminati sebagai destinasi untuk meditasi. Hal itu ditunjukkan oleh makin banyaknya wisatawan yang datang khusus untuk bermeditasi.

"Julukan sebagai pulau dewata, island of paradise dan masih banyak lagi menjadi semacam kekuatan bagi Bali untuk dijadikan destinasi ini," kata tokoh meditasi Merta Ada, Selasa (12/11).

Menurutnya, wisatawan asing yang datang ke Bali untuk bermeditasi lebih banyak berasal dari India, Malaysia dan Jepang. Namun kini tidak sedikit wisatawan dari Singapura, Eropa dan Amerika ikut bergabung.

Di klinik meditasi Bali Usada yang dia kelola, saat ini ada 98 ribu penekun meditasi, sebagian berasal dari luar negeri. "Ada beberapa yang bahkan membuka di negaranya," ujar Merta.

Sedangkan untuk wisatawan domestik, sebagian besar berasal dari Jakarta, Surabaya, Solo, Sulawesi dan Kalimantan. Bali memiliki banyak lokasi yang menyimpan energi khusus untuk meditasi, seperti kawasan Bedugul, sejumlah pantai hingga bangunan-bangunan yang memiliki nilai spiritual.

Penguatan destinasi juga didorong oleh makin banyaknya festival meditasi yang digelar, salah satunya festival Bali Usada yang akan digelar 14 Desember mendatang. "Festival ini gratis agar bisa menarik minat masyarakat untuk bermeditasi," kata Merta.
Sumber: Merdeka.com

Friday, December 6, 2013

Daftar Gubernur di Sulawesi

Provinsi Sulawesi Utara
Sulawesi Utara dengan ibukota Manado ini terkenal dengan taman laut Bunaken, sekarang dipimpin oleh 
Sinyo Harry Sarundajang
Lahir di Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara 16 Januari 1945

Provinsi Gorontalo
Gorontalo dengan ibukota Gorontalo sekarang ini menjadi alternatif tujuan pendidikan di Sulawesi, sekarang dipimpin oleh

Rusli Habibie
Lahir Gorontalo Utara 6 Juni 1963

Provinsi Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah dengan ibukota Palu merupakan provinsi yang terkenal dengan taman laut Togean, sekarang dipimpin oleh

 Longki Djanggola
Lahir 11 November 1952 Palu Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Barat
Sulawesi Barat dengan ibukota Mamuju merupakan provinsi termuda yang ada di Sulawesi, sekarang di pimpin oleh

 Anwar Adnan Saleh
Lahir 20 Agustus 1948 Polewali Mandar

Provinsi Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan dengan ibukota Makasar merupakan kota metropolitan Sulawesi dan merupakan gerbang pintu menuju Indonesia Timur, sekarang dipimpin oleh

Syahrul Yasin Limpo
Lahir 16 Maret 1955 Makasar

Provinsi Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara terkenal dengan Wakatobi merupakan salah satu surga bawah taman laut yang ada di Sulawesi sudah terkenal sampai diluar negeri, sekarang ini dipimpin oleh
 Nur Alam
Lahir 9 Juli 1967

Kepulauan Togean Sulawesi Tengah Indonesia

Apa yang lebih dikenal di Sulawesi Tengah

Propinsi Sulawesi Tengah memiliki banyak tempat wisata mulai dari wisata alam, wisata sejarah dan budaya. Tapi dari berbagai tempat wisata yang ada di Sulawesi Tengah ada Kepulauan Togean yang begitu terkenal dengan sebutan Taman Nasional Kepulauan Togean keindahan alam dan biota laut yang mempesona yang tidak diragukan lagi ini adalah salah satu alternatif bagi para pecinta wisata taman laut dan pantai yang indah.
Bagaimana caranya untuk bisa kesana?


Ada berbagai cara untuk bisa menuju kesana dan yang pasti Anda terlebih dahulu pergi ke Palu ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, untuk menuju ke Palu bisa menggunakan pesawat atau kapal laut, menggunakan pesawat dari Jakarta-Makasar-Palu / Jakarta-Balikpapan-Palu kalau masalah tarif pesawat karena Palu lumayan jauh jadi tiketnya berkisar 1.250.000 hari biasa, hari libur bisa sampai 1.500.000. sedangkan untuk menggunakan kapal bisa naik lewat Surabaya-Pantoloan (Donggala,Palu) menggunakan KM. Umsini dengan kelas ekonomi harga tiket 402.500.



Setelah sampai di Palu Anda bisa menggunakan bis, motor, atau mobil menuju Ampana, kemudian dengan perahu menuju ke Pulau Wakai dan Malenge dengan jadwal rutin setiap hari. Langkah selanjutnya Anda bisa menikmati salah satu Surga Taman Laut yang ada di Indonesia yang akan menjadikan hari berlibur Anda begitu indah ditambah dengan menikmati wisata kuliner yang ada disana.




Sulawesi Tengah Indonesia

Bagian dari Indonesia

Provinsi Sulawesi Tengah dengan ibukota Palu ini memiliki banyak hal untuk di tawarkan. Wilayah ini memiliki potensi wisata yang beragam, baik wisata alam, wisata bahari, agrowisata, maupun wisata budaya.

Anda dapat menikmati pemandangan alam dengan setting pegunungan, hutan wisata, taman nasional, batuan megalitik, tempat-tempat yang memiliki latar belakang sejarah, serta keanekaragaman tradisi, seni, dan budaya lokal yang unik dan menarik.

Anda juga bisa menemukan batu granit purba, tradisi kehidupan penduduk yang tidak berubah, pegunungan yang berlumut, laut biru yang tenang, serta sungai panjang yang bisa digunakan untuk arum jeram.
Jangan lewatkan snorkeling dan menyelam di antara terumbu karang. Anda akan menemukan pulau-pulau indah tak berpenghuni dikelilingi oleh pantai pasir putih dan suara alam menggetarkan di cagar alam nasional.
Sulawesi memiliki flora dan fauna tersendiri, seperti pohon ebony yang mahal, pohon jati, rotan, pohon bayan serta bunga anggrek hitam yang tersohor. Ada juga fauna khas pulau ini yaitu anoa yang mirip kerbau, babirusa yang berbulu sedikit dan memiliki taring pada mulutnya, tersier, monyet tonkena Sulawesi, kuskus marsupial Sulawesi yang berwarna-warni yang merupakan varitas binatang berkantung, serta burung maleo yang bertelur pada pasir yang panas.

Inilah tempat untuk Anda berpetualang, trekking, arung jeram, dan mengamati burung. Hutan Sulawesi juga memiliki ciri tersendiri, didominasi oleh kayu agatis yang berbeda dengan Sunda Besar yang didominasi oleh pinang-pinangan (spesies rhododenron). Variasi flora dan fauna merupakan obyek penelitian dan pengkajian ilmiah dan dapat Anda kunjungi di suaka alam seperti Taman Nasional Lore Lindu, Cagar Alam Morowali, Cagar Alam Tanjung Api, dan terakhir adalah Suaka Margasatwa di Bangkiriang.

Garis khatulistiwa yang melintasi semenanjung bagian utara di Sulawesi Tengah membuat iklim daerah ini tropis. Akan tetapi, berbeda dengan Jawa dan Bali serta sebagian pulau Sumatera, musim hujan di Sulawesi Tengah antara bulan April dan September sedangkan musim kemarau antara Oktober hingga Maret. Rata-rata curah hujan berkisar antara 800 sampai 3.000 milimeter per tahun yang termasuk curah hujan terendah di Indonesia.



Sejarah
Sulawesi Tengah kaya budaya dan sejarah. Awal abad ke-13, banyak kerjaan kecil di tempat ini, di antaranya Banawa, Tawaeli, Sigi, Bangga dan Banggai. Abad ke-16, kerajaan bercorak Islam mendominasi kerajaan-kerajaan ini, seperti Bone dan Wajo yang kemudian menyebarkan pengaruhnya ke kerajaan lain.

Belanda datang abad ke-17 dan mencoba mengambil alih tempat ini. Pada abad ke-18 Belanda mengkontrol Sulawesi Tenggara hingga tiba kedatangan Jepang. Setelah Perang Dunia II, Belanda mencoba menciptakan negara boneka tetapi penduduk setempat melakukan perlawanan, hingga akhirnya tempat ini menjadi bagian Republik Indonesia tahun 1950 dan menjadi provinsi terpisah tahun 1964.

Transportasi
Ada banyak penerbangan domestik yang terbang langsung dari Jakarta, Bali, Surabaya, Makasar, dan Balikpapan. Sulawesi Tengah dapat dicapai dengan mengunakan bus dari Toraja, Sulawesi Selatan selama 14 jam dan 18 jam meggunakan bus dari Bunaken Sulawesi Utara.
Masyarakat dan Budaya
Sulawesi Tengah dengan ibu kota Palu terdiri dari beberapa suku yang masih mempertahankan tradisi dan adat mereka.

Seperti daerah lain di Indonesia, peduduk pertama di Sulawesi Tengah bercampur dengan ras wedoid dan negroid. Orang Melayu kemudian datang dan mulai mendominasi tempat ini. Peninggalan zaman perunggu dan megalitikum dapat ditemukan di sini. Saat ini ras yang mendominasi adalah Palu Toraja, Koro Toraja dan Poso Toraja.
Kuliner
Cobalah sugili, nama lokal untuk belut. Anda dapat membelinya di pasar dan memasaknya sesuai dengan keinginan. Namun, akan lebih mudah jika Anda pergi ke restoran dan warung makan setempat, kemudian memesan hidangan belut. Pisang molen, kue yang diisi dengan pisang kemudian digoreng atau dipanggang, rasanya enak untuk Anda cicipi.

Kaledo atau daging sapi dan sup tulang sumsum juga patut  Anda coba. Ingatlah bahwa makanan tersebut menggunakan cabe dan asam sehingga rasanya agak pedas dan asam. Sangat enak dimakan dengan burasa yang terbuat dari beras dan santan kemudian dikukus dalam daun pisang.

sumber:www.indonesia.travel 


Wednesday, December 4, 2013

Ingin Berkembang Lebih Baik

Salam dan selamat pagi untuk Indonesia....

Mungkin blog ini tidak bisa mewakili apa yang menjadi keinginan dan kemauan dari kalian. Tapi setidaknya sudah bisa memberikan sedikit informasi apa yang kalian ingin cari tapi walaupun tidak sepenuhnya puas dengan apa yang ditampilkan dari blog ini...

Disini saya ingin memberikan informasi yang mungkin sudah menjadi bahan berita setiap hari baik di media nasional maupun lokal. Tapi sekali lagi saya mungkin ada satu atau dua informasi yang tidak diliput media masa nasional maupun lokal semoga aja ada ya!!!

Oh ya latar belakang adanya situs ini hanya untuk sering informasi buat siapa aja yang membutuhkan informasi tentang Indonesia...

Indonesia adalah salah satu Negara Maritim terbesar di Dunia ya itu yang saya pahami kalau ga percaya coba aja cari di google.com pasti banyak yang membenarkannya...

Kebesaran Indonesia sudah terbukti di zaman dahulu dimana sudah ada Kerajaan yang besar di zaman dulu yaitu Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit kalau mau diceritakan tentang dua kejaraan ini woeiy keren sekali pasti kalian akan kagum dengan kita ini Indonesia...

Tapi itu kisah dulu yang hanya bisa kita bilang bercontohlah di zaman dahulu,.. karena apa Indonesia yang sekarang ini sangat-sangat membosankan dan sangat memuakkan apa lagi para pejabatnya huuuuuuuuuuuu enaknya kita tentang dan buang kelaut aja orang kaya begituan yang masih mementingkan keingin perut pribadi dari pada keingin perut rakyatnya.

Tapi kita harus bangga juga dengan KEINDAHAN ALAM Indonesia yang menurut saya sih susah untuk ditemukan Negara di dunia ini yang sanggup mengalahkan Indonesia...


next.... kita akan tampilkan ke indahan-keindahan Indonesia